Tag Archives: Pesawat bf1

Ancaman Bom, Pesawat Tak Mau Mendarat di China

3Salah satu pesawat milik Kam Airlines

Ancaman Bom, Pesawat Tak Mau Mendarat di China

KABUL – Seorang pilot dilaporkan menolak izin untuk mendaratkan pesawat di China, karena adanya ancaman bom. Pilot itu memilih kembali ke Afghanistan dan mendarat selamat di Kandahar.
“Ada sebuah pesawat yang melakukan pendaratan di Kandahar,” kata Brian Naranjo, juru bicara untuk Pasukan Keamanan Internasional NATO kepada CNN, yang dikutip pada Senin (10/8/2009). “Namun tidak ada pembajakan dan tidak ada bom,” ujarnya.
Kantor berita China Xinhua awalnya melaporkan pesawat Kam Airlines yang lepas landas dari Afghanistan itu dibajak. Namun Xinhua kemudian menyebutkan informasi bahwa pesawat itu menolak izin untuk mendarat di wilayah barat laut Wilayah Otonomi Xinjiang karena adanya ancaman bom.
Xinjiang merupakan tempat kerusuhan antara etnis Han China dan minoritas etnis Muslim Uighur.
Setelah Kam Airlines mendarat, Xinhua kemudian mengutip seorang pejabat di Bandara Internasional Kabul yang menyebut pesawat tersebut mengalami problem mesin. Meski begitu, Presiden Kam Airlines Zamarai Kamgar mengatakan ini merupakan penerbangan pertama dari Kabul ke Urumqi di Provinsi Xinjiang China. Sementara itu, Kyrgyzstan yang berbatasan dengan China menolak mengizinkan pesawat itu menggunakan wilayah udaranya.

Pesawat, Pesawat berita, Pesawat kini, Pesawat dunia, Pesawat Pesawatia, Pesawat Pesawat, Pesawat melayu, Pesawat indon, Pesawat indonesia, Pesawat kl, Pesawat foto, Pesawat gambar, Pesawat terkini, Pesawat web, Pesawat harian, Pesawat baru, Pesawat bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita Pesawat, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Pesawatia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik

Pesawat Ulang-alik Endeavour Kembali Gagal Diluncurkan

3397620424-pesawat-ulang-alik-endeavour-kembali-gagal-diluncurkan

Pesawat Ulang-alik Endeavour Kembali Gagal Diluncurkan

Sambaran petir dan badai di dekat tempat peluncuran, Senin, memaksa NASA menunda lagi peluncuran pesawat ulang-alik Endeavour guna melaksanakan misi ke Stasiun Antariksa Internasional.

“Cuaca sekali lagi telah menekan kita dengan keras,” kata Direktur Peluncuran Pete Nickolenko melalui radio kepada awak Endeavour, saat peluncuran pesawat ulang-alik tersebut ditunda untuk kelima kali dalam waktu satu bulan.

Endeavour sebelumnya dijadwalkan lepas-landas pukul 18:51 waktu setempat (Selasa, 05:51 WIB) bagi misi pemasangan landasan penelitian buatan Jepang di bagian luar stasiun antariksa itu.

Peluncuran tersebut dijadwalkan dilakukan pukul 18:30 waktu setempat, Rabu (Kami, 05:03 WIB).

Dua upaya peluncuran bulan lalu dibatalkan akibat kebocoran gas hidrogen. Upaya ketiga berakhir pada Sabtu, ketika NASA memerintahkan pemeriksaan sistem elektrik pesawat ulang-alik itu, menyusul serangkaian gelombang petir dan peluncuran Ahad dibatalkan akibat cuaca buruk.

NASA sedang berusaha menyelesaikan pembuatan pos terdepan orbit dengan dana 100 miliar dolar AS, proyek 16 negara, paling lambat 30 September 2010, jadi lembaga tersebut dapat memensiunkan armada ulang-alik itu dan mengembangkan pesawat pengganti yang dapat melakukan perjalanan ke bulan dan tujuan lain lebih jauh dari Bumi.

Barang yang dibawa Endeavour meliputi peron buatan Jepang yang akan dipasang di luar laboratorium Kibo, yang berharga 2,4 miliar dolar AS, tempat landasan tersebut akan menjadi tempat yang agak tinggi bagi percobaan ilmiah yang perlu dipajan (exposed) ke lingkungan terbuka antariksa.

Semua percobaan di peron itu dapat dipasang dan ditemukan kembali dari jauh dengan menggunakan tangan robot, sehingga tak perlu banyak menyita waktu dan jalan di antariksa yang berpotensi mengandung resiko oleh anggota awak stasiun.

Para astronot juga direncanakan mengganti baterei yang merupakan bagian dari sistem tenaga surya dan memasang suku-cadang yang diperlukan untuk mempertahankan pos terdepan tersebut tetap beroperasi setelah pesawat ulang-alik itu dipensiunkan.


Pesawat, Pesawat musik, Pesawat video, Pesawat foto, Pesawat cinta, Pesawat berita, Pesawat awek, Pesawat kontraksi, Pesawat Hiburan, Pesawat malaysia, Pesawat Melayu, Pesawat Indon, Pesawat Indonesia, Pesawat gambar, Pesawat cerita, Pesawat pilihan, Pesawat kl, Pesawat bf1,Berita Hiburan musik, Berita Hiburan video, Berita Hiburan, Berita, Hiburan cinta, Berita Hiburan berita, Berita Hiburan awek, Berita Hiburan kontraksi, Berita Hiburan Hiburan, Berita Hiburan malaysia, Berita Hiburan Melayu, Berita Hiburan, Berita Hiburan Indonesia,Berita Hiburan gambar, Berita Hiburan cerita, Berita Hiburan pilihan, Berita Hiburan kl, Berita Hiburan bf1, Artis musik, Artis video, Artis foto,Artis berita, Artis awek, Artis kontraksi, Artis Hiburan, Artis malaysia, Artis Melayu, Artis Indon, Artis Indonesia, Artis gambar, Artis cerita, Artis pilihan, Artis kl, Artis bf1, Artis foto, Artis Indon, Artis cinta, hiburan malaysia, hiburan melayu, hiburan korea, hiburan jepun, hiburan

Bahia Selamat karena Terlempar dari Pesawat

2

Kassim Bakari, ayah satu-satunya korban selamat tragedi pesawat Yemenia Air, Bahia Bakari. (AFP-Getty Image)

Bahia Selamat karena Terlempar dari Pesawat

Pesawat Yaman Jatuh

PARIS – Bahia Bakari menjadi satu-satunya korban selamat pesawat Yemenia Air yang jatuh di Kepulauan Komoro, Samudra Hindia. Bahia selamat karena terlempar ke laut.

Orangtua Bahia, Kassim Bakari, mengatakan dirinya sempat dihubungi anaknya melalui telepon setelah menjalani perawatan di rumah sakit El Marouf, Moroni. Bahia mengaku tidak merasakan apa-apa setelah pesawat menghantam laut.

“Dia mengatakan terlempar dari pesawat,” kata Kassim.

Ajaibnya lagi, perempuan yang tinggal di kota Merseille, Prancis itu, tidak mengalami luka serius, hanya retak tulang leher belakang yang menurut dokter tidak membahayakan. Dia juga mengalami luka bakar pada lutut.

Dokter yang menangani perempuan 12 tahun itu mengatakan, kondisinya sudah tidak membahayakan.

Pesawat Yemenia Air jatuh di Kepualuan Komoro, Samudra Hindia, Selasa lalu. Pesawat jenis Airbus 310-300 itu mengangkut 142 penumpang dan 11 kru. Pesawat take off dari bandara Sanaa, Yaman, dan jatuh sesaat sebelum mendarat di Moroni, ibu kota Komoro.

Mantan pilot dan analis penerbangan John Cox seperti dikutip CNN, Kamis (2/7/2009), mengatakan kasus Bahia mengingatkannya pada tragedi jatuhnya pesawat Northwest di Detroit, Amerika Serikat, pada 1987. Hanya seorang anak perempuan berusia empat tahun yang selamat. Sementara 156 penumpang lainnya tewas.

Pesawat, Pesawat berita, Pesawat kini, Pesawat dunia, Pesawat Pesawatia, Pesawat malaysia, Pesawat melayu, Pesawat indon, Pesawat indonesia, Pesawat kl, Pesawat foto, Pesawat gambar, Pesawat terkini, Pesawat web, Pesawat harian, Pesawat baru, Pesawat bf1, beritabf1, berita bf1, berita kini, beritakini, berita malaysia, berita indon, berita indonesia, berita dunia, berita harian, berita majalah, berita baru, berita Pesawatia, berita artis, berita hiburan, berita kawan, berita politik